Sabtu, 08 Februari 2014

Badminton oh Badminton

Diposting oleh Unknown
Barusan, ngeliat teman ngetweet tentang Badminton. Aku termenung, lau sekilas teringat my kelam memory dengan olahraga ini. Aku udah kenal olahraga ini sejak dari kecil, kira-kira umur 7 tahun. Aku punya lapangan luas disamping rumah dan ada tetanggaku yang bemain badminton disana. Melihat tetanggaku bermain disana, tetangga sekitar pun ikutan bermain. Lapangan yang kemarin sepi kini jadi rame dengan banyaknya warga yang antusias ingin main ataupun sekedar menonton. Aku ingat saat itu ibaratnya lagi musim badminton dan ayahku memanfaatkan peluang ini dengan berjualan "Kok" (bola badminton) hehehe. Aku yang masih kecil pun penasaran dan ingin belajar main badminton. Dengan bantuan ayah dan abangku aku pun belajar bermain badminton. Perlahan-lahan aku pun akhirnya bisa juga main badminton dan bahkan selalu bermain setiap sore hari.

http://www.bubblews.com/assets/images/news/1320703703_1385536711.jpg

Tapi itu dulu, sekarang aku nggak pernah main badminton lagi . Trauma? mungkin ini kata yang tepat untuk mengungkapkannya.

Ceritanya nih, habis sepulang sekolah aku dan teman-teman main badminton di Hall MTQ. Semula sih mainnya biasa aja, aku bermain ganda dengan temanku dan saling berebut poin. Namun, pas lagi main tiba-tiba aku terlalu semangat men-smash bola yang datang dan akhirnya tangan ku malah terkilir. Sakit banget, aku ampe menangis karena tanganku keputar kebelakang. Aku nggak bisa bergerak, terbaring dilapangan itu. Kalau diangkat atau disenggol rasanya sakit banget. Aku dan teman-teman panik,gimana nih caranya. Benar-benar sakitnya luarbiasa. Ada ibuk warung yang memberi salep, lalu diolesin ketangan aku tapi nggak juga berasa ilang sakitnya. Serba salah banget, mau diobati pake apa, kebetulan hall saat itu lagi sepi. Akhirnya teman-teman membujukku agar aku menahan sedikit sakitnya untuk membawa ku ketukang urut. Demi sehat kembali, aku lawan rasa sakitku, daripada dibiarin terus bisa-bisa lumpuh aku (parno). Sepanjang perjalanan aku menahan rasa ngilu nya, motor melonjak sedikit aja, aku meringis karena sakit. Setelah sampai, aku pun diurut sama tukang urut didepan rumah temanku, dan rasanya ya Allah berteriak sejadi-jadinya. Huhuuhu rasanya tangan mau copot saat itu juga. Teman-teman berusaha menghiburku.
Kurang lebih 10 menit aku diurut. Dan, setelah diurut alhamdulillah tanganku sudah bisa digerakkan lagi walaupun masih terasa sedikit ngilu. tapi aku tetap bersyukur setidaknya aku masih bisa pulang kerumah dengan keadaan baik kembali, kalau mama mengetahui kejadian itu, mungkin mama bisa histeris, nggak tega aku :(

Sekarang, ngeliat orang-orang main badminton, aku cuma merenung dalam hati. Pengen main lagi, mengenggam raket lagi. Trauma itu masih membuatku takut untuk bermain. 

0 komentar:

Posting Komentar

 

Saruwatari Tsubaki Copyright © 2010 Design by Ipietoon Blogger Template Graphic from Enakei | web hosting